Home

Selasa, 13 September 2016

PKM-K 2016 Dikti KL Vegas (Kerupuk Lele Variasi Pedas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
      Riau sebagai salah satu provinsi yang menghasilkan banyak ikan lele merupakan suatu keuntungan tersendiri, selain karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, lele juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat produk olahan. Terlebih lagi ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang digemari oleh masyarakat pada umumnya. Selain karena harga nya yang terjangkau dan mudah didapat, tidak sedikit pula pendapat yang menyatakan bahwa ikan lele berguna untuk kesehatan.
      Mengkonsumsi ikan lele disarankan oleh para ahli kesehatan, bahkan oleh American Heart Association ikan yang licin dan lincah ini juga dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit seperti kencing manis, hepatitis, impotensi dan lain-lain.
Adapun kandungan gizi yang terdapat dalam ikan lele (Clarias Sp) adalah:
Ø  asam lemak omega 3 yang berfungsi menjaga jantung dan otak,  terutama bagi anak yang berada dalam masa pertumbuhan. Selain itu para peneliti juga menemukan manfaat lain dari asam lemak omega 3, yaitu menurunkan tekanan darah, memebantu merawat kesehatan kulit, serta berperan dalam pembentukan cerebral cortese otak.
Ø  Vitamin B 12 yang berfungsi memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tubuh manusia.
Ø  Mineral fosfor yang berfungsi dalam pembentukan tulang
Ø  Mengadung leusin dan lisin. leusin yang merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen. Dan lisin yang dapat melindungi anak dari virus herpes.
      Mengingat daya konsumsi masyarakat akan makanan ringan setiap tahunnya mengalami peningkatan, maka ini merupakan sebuah peluang untuk menciptakan inovasi dibidang kuliner. Selain itu, banyak nya wisatawan baik lokal maupun asing yang mengunjungi Riau, tentulah memberikan pemasukan di bidang ekonomi bagi Riau, sehingga tidak salah lagi apabila kita memanfaatkan moment ini untuk memperkenalkan oleh oleh yang akan menjadi khas Riau nantinya, selain dengan oleh oleh yang terkenal lainnya seperti bolu kemojo.
      Makanan ringan saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat, karena makanan pokok saja ternyata tidak cukup untuk menunjang kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dan peluang untuk memasarkan produk yang terbuka lebar kami membuat sebuah inovasi kuliner yang berbahan dasar ikan lele yang kemudian diolah  menjadi Kerupuk Lele Variasi Pedas (KL-Vegas).
      Kerupuk merupakan salah satu makanan yang digemari oleh berbagai kalangan, baik anak anak hingga dewasa. Selain karena rasanya yang renyah, kerupuk sering kali menjadi teman makan nasi, bakso,sate dll sehingga sudah menjadi suatu kelaziman apabila kerupuk menjadi begitu popular di tengah masyarakat.
      KL-Vegas yang kami sajikan ini adalah inovasi kerupuk lele yang memiliki rasa pedas sesuai dengan level nya, yakni dari level 1 yang tidak terlalu pedas hingga level 10 yang sangat pedas. Kami memilih varian pedas sebagai ciri khas dari KL-Vegas dikarenakan masyarakat Indonesia pada umumnya menyukai makanan yang pedas pedas. Selain dari manfaat ikan lele yang sangat berkhasiat bagi tubuh, rasa pedas juga mampu meningkatkan kosentrasi seseorang sehigga bertambahlah manfaat dari KL-Vegas ini.
      Mengingat kandungan gizi yang diperoleh dari ikan lele dan kebutuhan akan pasar yang begitu menjanjikan, maka usaha yang mengusung term makanan bergizi dan terjangkau ini layak untuk dikembangkan.
1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang kami buat adalah :
1.      Apakah manfaat yang diperoleh dari produk olahan yang berbahan dasar ikan lele?
2.      bagaimana kiat kiat yang dilakukan dalam memperkenalkan produk KL-Vegas sebagai makanan sehat kepada masyarakat?
3.      Bagaimanakah prospek bisnis KL-Vegas?

1.3  Tujuan Program
1.      Memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia sehingga mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dikalangan mahasiswa
2.      Memperkenalkan makanan sehat kepada masyarakat.
3.      Berorientasi pada profit, sebagaimana layaknya wirausahawan.
4.      Membuka kesempatan lowongan pekerjaan.
1.4  Luaran yang diharapkan
1.      Memberikan suatu inovasi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekomi yang tinggi.
2.      Meningkatkan usaha ekonomi kreatif dikalangan mahasiswa, sehingga terciptanya peluang usaha yang bermanfaat dan tepat guna bagi masyarakat.
1.5  Kegunaan Program
1.      Sebagai referensi dalam memotivasi semangat berwirausaha dikalangan mahasiswa.
2.      Menumbuhkan semangat kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan peluang pasar.
3.      Menambah peluang pendapatan dan membantu memenuhi kebutuhan hidup mahasiswa

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

3.1  Prospek pengembangan usaha KL-Vegas
           Pada saat ini masyarakat provinsi Riau sudah mulai sadar akan manfaat dari berwirausaha, sehingga tidak heran lagi jika saat ini jumlah pengusaha yang menggeluti berbagai jenis bidang usaha semakin bertambah, termasuk para pengusaha yang menggeluti di bidang budidaya ikan lele. Dengan banyaknya jumlah produksi ikan lele di provinsi Riau, maka kami memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan nilai jual dengan membuat produk olahan yang berbahan dasar ikan lele.
           Seperti hal nya makanan ringan lainnya, kerupuk merupakan salah satu jenis makanan ringan favorit di berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa menyukai makanan berjenis satu ini. Karena rasanya yang gurih, kerupuk seringkali dijadikan cemilan saat santai dan bersama keluarga.
Oleh karena itu kami memilih membuat olahan kerupuk ikan lele karena :
1.      Kandungan ikan lele yang memiliki banyak manfaat, sehingga aman di konsumsi oleh masyarakat.
2.      Harga nya yang terjangkau.
3.      Merupakan makanan ringan favorit yang disukai berbagai kalangan.
4.      Dapat di jadikan sebagai oleh oleh untuk kerabat.
5.      Dengan beberapa varian tingkat kepedasannya, membuat kesan berbeda dan bermanfaat bagi konsumen.
     Selain daripada memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah, kami memilih produk olahan yang berbahan dasar ikan lele karena berdasarkan pada pengamatan yang menunjukkan semakin banyak nya masyarakat Indonesia yang saat ini mengidap penyakit, baik itu dikarenakan pola makan yang tidak sehat, konsumsi minuman alkohol, maupun karena penyakit turunan, dengan alasan tersebut kami mencoba menghadirkan sebuah produk yang memiliki manfaat bagi tubuh. Ditambah lagi dengan ada nya konsumen yang tidak menyukai ikan lele jika disajikan dalam bentuk aslinya, tetapi harus mengkonsumsi karena kebutuhan tubuh akan gizi yang terkandung dalam ikan lele, maka produk olahan inilah yang menjadi solusinya.
      Mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat itulah, kami berinisiatif untuk ikut bersaing dengan produk olahan lainnya. Oleh karena itu, agar produk yang kami tawarkan tetap memiliki ciri khas tersendiri dan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen, kami memberikan beberapa inovasi yang nantinya akan membuat produk olahan yang kami hasilkan dapat diterima dan semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat.


3.2  Analisis Peluang Pasar
           Melihat budaya masyarakat yang konsumtif, maka peluang untuk memasarkan produk yang berbahan dasar ikan lele ini sangat lah besar dan menjanjikan. Selain itu dikarenakan harga produk yang terjangkau membuat seluruh lapisan masyarakat dapat mengkonsumsi produk tersebut.
           Pemilihan target pasar didasarkan pada ketertarikan dan selera pasar terhadap produk. Untuk pemasaran produk ini yang menjadi target pemasarannya adalah para wisatawan, anak anak, mahasiswa dan masyarakat luas. Selain itu tempat yang digunakan untuk menjual produk ialah toko makanan, kedai harian, tempat penjualan oleh oleh, mini market terdekat, kampus dan juga dipasarkan melalui media sosial internet seperti facebook, twitter, blog maupun situs belanja online.
                   Guna menunjang pemasaran produk secara optimal, maka diperlukan pula strategi pemasaran yang akan mampu bersaing dengan produk lainnya. Sehingga menganalisa pasar baik secara iternal maupun eksternal akan sangat membantu dalam menunjang keberhasilan pemasaran produk yang lebih efisien.

3.3              Tingkat Persaingan Produk
                 Untuk wilayah ibukota provinsi Riau yaitu kota Pekanbaru, produk sejenis ini belum lah banyak di pasaran, bahkan dapat dikatakan masih sangat minim produsen yang memproduksinya. Sehingga pasar yang akan ditembus masih terbuka lebar, mengingat persaingan dengan  produk lain masih tidak terlalu ketat.
           Melihat situasi tersebut kami yakin bahwa produk yang kami tawarkan akan mendapat banyak minat dari masyarakat dan laku dipasaran. Hal ini karena harga nya yang terjangkau, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan baik dari kelas atas hingga kelas menengah kebawah. Selain itu produk yang kami hasilkan juga merupakan salah satu makanan yang telah popular di tengah masyarakat, sehingga apabila kami menawarkan produk kami, maka masyarakat akan dapat dengan mudah menerimanya.
           Selain itu kami akan melakukan penjualan secara pesanan dengan jumlah banyak, yakni dengan menggunakan media sosial internet seperti facebook, twitter, blog dan situs online lainnya. Sehingga penjualan produk kami tidak akan vakum dan akan terus berkembang, sehingga mampu bersaing dengan produk lain baik secara domestik maupun global.
           Guna menunjang dan menaikkan pamor serta kualitas produk yang kami hasilkan, maka perbaikan produk akan terus kami lakukan untuk memenuhi permintaan pasar, misalnya menambah rasa dan mempercantik bentuk dan ukuran. Hal ini sangat penting dalam kemajuan produk yang kami hasilkan. Mengingat kedepannya persaingan pasar akan semakin ketat.                 
BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1  Rencana pelaksanaan produk
      Produk olahan yang akan dipasarkan adalah kerupuk lele variasi pedas (KL-Vegas) dengan berbagai varian tingkat kepedasannya, sehingga memudahkan konsumen untuk memilih level pedas sesuai dengan seleranya. Kerupuk yang telah selesai diproduksi kemudian dipasarkan.
      Dengan mengusung label produk yang unik yaitu “KL-Vegas” dan juga tampilan yang akan dikemas dengan baik dan eye catching, diharapkan akan menarik minat para konsumen untuk mencoba produk yang kami hasilkan.

3.2  Strategi pemasaran
      Dengan semangat menjadikan KL-Vegas sebagi oleh oleh ciri khas provinsi Riau, maka target utama kami adalah masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Riau khususnya. Adapun strategi yang kami tempuh untuk memasarkan produk ialah :
Ø  Menggunakan media publikasi
Cara ini dilakukan guna mempromosikan produk yang menjadi andalan kelompok kami. Dengan memanfaatkan berbagai media baik cetak maupun elektronik akan memudahkan penyebaran informasi kepada khalayak luas.
Ø  Mulut ke mulut
Kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering menyebarkan berita secara personal akan sangat membantu dalam memasarkan produk. Terlebih lagi jika tingkat kepuasan konsumen akan produk semakin tinggi, maka informasi tentang produk pun akan cepat menyebar secara luas. Selain itu mayoritas masyarakat Indonesia lebih suka membeli produk dengan rekomendasi dari kerabat akan sangat membantu dalam hal pemasaran produk.
Ø  Bekerjasama dengan event
Memafaatkan event sebagai ajang promosi merupakan suatu langkah yang bagus, dikarenakan event merupakan ajang berkumpulnya masyarakat sehingga kita tidak perlu lagi susah mencari konsumen. Selain itu dengan semakin seringnya mempromosikan melalui event  maka produk yang dipasarkan akan semakin dikenal oleh masyarakat.
Ø  Bekerja sama dengan dinas Industri dan Pariwisata
Dengan tekad menjadikan produk KL-Vegas sebagi oleh oleh khas Riau maka bekerja sama dengan dinas industri dan dinas pariwisata merupakan suatu hal yang harus dilakukan. Karena dinas pariwisata juga dapat membantu dalam memasarkan produk, terlebih lagi kepada wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing.

3.3  Lokasi Pemasaran Produk
      Untuk memasarkan produk olahan yang kami hasilkan yaitu bertempat di jalan Binakrida Panam Pekanbaru sebagai rumah produksinya, yang kemudian akan dipasarkan secara bertahap melalui berbagai strategi yang telah kami sebutkan diatas. Alasan kami memilih lokasi ini dikarenakan tempatnya yang strategis, dekat dengan kampus dan pusat keramaian lainnya.
      Mengingat alur perputaran ekonomi di provinsi Riau sangat laju terutama di Ibukota provinsi yaitu kota Pekanbaru, maka peluang yang besar itu tidak akan kami sia-siakan. Selain itu, mayoritas masayarakat Pekanbaru menyukai produk produk baru dengan berbagai inovasi bentuk dan rasa tentulah memberikan keuntungan tersendiri bagi kami untuk memasarkan produk yang diharapkan nantinya akan menjadi makanan khas provinsi Riau.

3.4  Harga Produk
      Dengan mengusung term makanan bergizi namun tetap terjangkau, maka kami tidak terlalu membebankan konsumen dalam hal harga untuk dapat membeli produk olahan yang kami hasilkan. Terlebih lagi karena target pemasaran nya adalah seluruh kalangan masyarakat mulai dari kalangan elite hingga menengah kebawah maka harga yang kami bandrol untuk produk olahan kami adalah :

NO
UKURAN PRODUK
HARGA
1
68 Gram
Rp. 5.000,-
2
100 Gram
  Rp. 8.000,-
3
150 Gram
  Rp. 13.000,-

3.5  Proses Produksi
Bahan Pembuatan Kerupuk Lele
Ø  Daging fillet ikan lele                    : 500 g
Ø  Tepug Tapioka                              : 1000 g
Ø  Bubuk cabe                                   : 250 g
Bahan Bumbu
Ø  Bawang putih                                : 100 g
Ø  Garam                                           : 40 g
Ø  Gula                                              : 30 g
Ø  Penyedap rasa                               : 15 g
Ø  Soda Kue                                      : 1 g
Ø  Air                                                 : 500 ml



Cara pembuatan :
1.      Siapkan daging fillet ikan lele yang masih segar.
2.      Haluskan semua bumbu-bumbu.
3.      Giling daging fillet ikan lele bersama bumbu-bumbu, kemudian tambahkan sedikit air.
4.      Masukkan adonan ke dalam baskom.
5.      Masukkan tepung ke dalam adonan sedikit demi sedikit.
6.      Aduk adonan hingga rata dan tambahkan sedikit air.
7.      Cetak adonan berbentuk bulatan silinder dengan diameter 3-3 cm alasi dengan daun pisang yang sudah diolesi dengan minyak goreng.
8.      Kukus adonan selama kurang lebih 30-45 menit.
9.      Angkat dan dinginkan adonan kerupuk selama kurang lebih 10-12 jam.
10.  Potonglah kerupuk ikan lele dengan ketebalan 0.2-0.3 cm.
11.  Kemudian kerupuk dijemur dibawah terik sinar matahari selama 1-2 hari. Dan jika akan dikonsumsi oleh pembeli sebaiknya kerupuk dijemur kembali selama 2 jam lalu digoreng dengan minyak panas.
12.  Seteleh warna kerupuk sudah kelihatan matang, angkat dan tiriskan.
13.  Tunggu kerupuk agak dingin, kemudian campurkan dengan bubuk cabe sesuaidengan level kepedasannya.
Proses Finishing :
Ø  Biarkan kerupuk hingga mengering.
Ø  Kemas kerupuk dalam kemasan yang sudah diberi label.
Ø  Kemas plastik dengan mesin hand scaler.
Ø  Kemudian disusun dalam kemasan yang lebih besar.
Ø  Kerupuk ikan lele siap dipasarkan.

3.6  Pemasaran
               Setelah proses produksi selesai, maka tahap selanjtnya ialah pemasaran. Target konsumen dari produk yang kami hasilkan ialah masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan elite hingga menengah kebawah karena harganya yang relatif terjangkau.
3.7  Evaluasi
        Apabila program ini telah mencapai satu bulan, maka akan dihitung laba dan ruginya dibulan pertama produksi. Guna mengetahui apakah produk yang kami hasilkan dapat diterima di masyarakat, dan dapat menganalisa apakah produk ini banyak peminatnya atau sedikit peminatnya.



BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1  Anggaran Biaya
      Adapun rincian anggaran yang diperlukan untuk menunjang kegaiatan ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Format Ringkasan Anggaran Biaya PKM-K
Peralatan Penunjang

No
Uraian
Jumlah
Satuan
Harga
1
Mesin Hand Scaler
1
Unit
Rp. 500.000
2
Kuali
1
Unit
Rp. 200.000
3
Kompor
1
Unit
Rp. 350.000
4
Tabung Gas
1
Unit
Rp. 120.000
5
Blender
1
Unit
Rp.300.000
Bahan Baku Habis Pakai

1
Ikan Lele
20
Kg
Rp. 280.000
2
Tepung Tapioka
40
Kg
Rp. 320.000
3
Bawang Putih
10
Kg
Rp. 160.000
4
Garam
5
Pacs
Rp. 70.000
5
Gula
4
Kg
Rp.40.000
6
Penyedap Rasa
1
Dus
Rp. 300.000
7
Soda Kue
3
Kg
Rp. 24.000
8
Bubuk Cabe
20
Kg
Rp. 320.000
9
Desain plastik kemasan
1500
Pacs
Rp. 1.500.000
10
Plastik kemasan
20
Pacs
Rp. 900.000
Perjalanan

1
Uang bensin untuk membeli ikan lele langsung pada peternak lele di Bangkinang
10@9000*4xdalam sebulan
Liter
Rp. 360.000
2
Uang bensin untuk belanja keperluan baranghabis pakai ke pasar Panam Pekanbaru
2@9000*4xdalam sebulan
Liter
Rp. 72.000
3
Uang bensin untuk menyebarkan brosur,pamphlet dan spanduk ke daerah strategis di Pekanbaru
5@9000*2xdalam sebulan
Liter
Rp. 90.000
Lain- Lain

1
Keperluan Administrasi


Rp. 500.000
2
Publikasi untuk promo produk


Rp.300.000
3
Keperluan P3K


Rp. 200.000
4
Laporan


Rp.250.000

TOTAL


Rp. 7.156.000


a.       Analisis Pendapatan dan Keuntungan
                  Rincian analisis penjualan KL-Vegas yaitu sebagai berikut :
                  Produksi 1 Minggu
Ø  Ukuran 68 Gram                           : 80 Bungkus @5000     = Rp. 400.000
Ø  Ukuran 100 Gram                         : 60 Bungkus   @8000   = Rp.480.000
Ø  Ukuran 150 Gram                         : 40 Bungkus   @13000 = Rp.            520.000
                  Produksi 1 Bulan
Ø  Ukuran 68 Gram                           : 320 bungkus @5000   = Rp. 1.600.000
Ø  Ukuran 100 Gram                         : 240 bungkus @8000   = Rp. 1.920.000
Ø  Ukuran 150 Gram                         : 160 bungkus @13000 = Rp. 2.080.000
                                                            Total keuntungan tiap bulan adalah       = Rp. 5.600.000
                 
                  Penghasilan perbulan                    : Rp. 5.600.000
                  Fix Aset                                        : Rp. 3.914.000
                  Laba                                              : Rp. 1.686.000
            Dengan hasil yang cukup, maka sangat mudah untuk mengembalikan modal awal dalam rentang waktu antara 5-6 bulan produksi. Oleh karena itu, usaha produk olahan ini layak untuk dikembangkan.


4.2  Jadwal Kegiatan

Adapun rincian kegiatan yang akan kami lakukan selama rentang waktu yang telah ditentukan adalah sebagaimana berikut :
No
Jenis Kegiatan
Periode waktu
Bulan ke-1
Bulan ke-2
Bulan ke-3
Bulan ke-4
Bulan ke-5
1
Perencanaan Produksi
VVVV




2
Perancangan Alat-alat
V
VV



3
Proses
Produksi

VVV
VVVV
VVVV
VV
4
Promosi

VVVV
VVV
VVV
VVV
VV
5
Pemasaran


VVV
VVVV
VVVV
VV
6
Penyusuna Laporan


V
VVVV
VVV
7
Penyerahan laporan akhir




VV