BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Riau sebagai salah satu provinsi yang menghasilkan banyak ikan
lele merupakan suatu keuntungan tersendiri, selain karena memiliki nilai
ekonomi yang tinggi, lele juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat
produk olahan. Terlebih lagi ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang
digemari oleh masyarakat pada umumnya. Selain karena harga nya yang terjangkau
dan mudah didapat, tidak sedikit pula pendapat yang menyatakan bahwa ikan lele berguna
untuk kesehatan.
Mengkonsumsi ikan lele disarankan oleh para ahli kesehatan,
bahkan oleh American Heart Association ikan yang licin dan lincah ini juga
dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit seperti kencing manis, hepatitis,
impotensi dan lain-lain.
Adapun kandungan gizi yang
terdapat dalam ikan lele (Clarias Sp) adalah:
Ø
asam lemak omega 3 yang berfungsi
menjaga jantung dan otak, terutama bagi
anak yang berada dalam masa pertumbuhan. Selain itu para peneliti juga
menemukan manfaat lain dari asam lemak omega 3, yaitu menurunkan tekanan darah,
memebantu merawat kesehatan kulit, serta berperan dalam pembentukan cerebral
cortese otak.
Ø
Vitamin B 12 yang berfungsi memenuhi
kebutuhan nutrisi bagi tubuh manusia.
Ø
Mineral fosfor yang berfungsi dalam
pembentukan tulang
Ø Mengadung
leusin dan lisin. leusin yang merupakan asam amino esensial yang sangat
diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen. Dan
lisin yang dapat melindungi anak dari virus herpes.
Mengingat daya konsumsi masyarakat akan
makanan ringan setiap tahunnya mengalami peningkatan, maka ini merupakan sebuah
peluang untuk menciptakan inovasi dibidang kuliner. Selain itu, banyak nya
wisatawan baik lokal maupun asing yang mengunjungi Riau, tentulah memberikan pemasukan
di bidang ekonomi bagi Riau, sehingga tidak salah lagi apabila kita
memanfaatkan moment ini untuk memperkenalkan oleh oleh yang akan menjadi khas
Riau nantinya, selain dengan oleh oleh yang terkenal lainnya seperti bolu
kemojo.
Makanan ringan saat ini sudah menjadi gaya
hidup masyarakat, karena makanan pokok saja ternyata tidak cukup untuk
menunjang kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sumber
daya alam yang tersedia dan peluang untuk memasarkan produk yang terbuka lebar kami
membuat sebuah inovasi kuliner yang berbahan dasar ikan lele yang kemudian diolah menjadi Kerupuk Lele Variasi Pedas
(KL-Vegas).
Kerupuk merupakan salah satu makanan yang digemari
oleh berbagai kalangan, baik anak anak hingga dewasa. Selain karena rasanya yang
renyah, kerupuk sering kali menjadi teman makan nasi, bakso,sate dll sehingga
sudah menjadi suatu kelaziman apabila kerupuk menjadi begitu popular di tengah
masyarakat.
KL-Vegas yang kami sajikan ini adalah
inovasi kerupuk lele yang memiliki rasa pedas sesuai dengan level nya, yakni
dari level 1 yang tidak terlalu pedas hingga level 10 yang sangat pedas. Kami
memilih varian pedas sebagai ciri khas dari KL-Vegas dikarenakan masyarakat
Indonesia pada umumnya menyukai makanan yang pedas pedas. Selain dari manfaat ikan
lele yang sangat berkhasiat bagi tubuh, rasa pedas juga mampu meningkatkan
kosentrasi seseorang sehigga bertambahlah manfaat dari KL-Vegas ini.
Mengingat kandungan gizi yang diperoleh
dari ikan lele dan kebutuhan akan pasar yang begitu menjanjikan, maka usaha
yang mengusung term makanan bergizi dan terjangkau ini layak untuk
dikembangkan.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
maka rumusan masalah yang kami buat adalah :
1. Apakah
manfaat yang diperoleh dari produk olahan yang berbahan dasar ikan lele?
2.
bagaimana kiat kiat yang dilakukan dalam
memperkenalkan produk KL-Vegas sebagai makanan sehat kepada masyarakat?
3.
Bagaimanakah prospek bisnis KL-Vegas?
1.3 Tujuan
Program
1.
Memanfaatkan sumber daya alam yang
tersedia sehingga mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dikalangan mahasiswa
2.
Memperkenalkan makanan sehat kepada
masyarakat.
3.
Berorientasi pada profit, sebagaimana
layaknya wirausahawan.
4.
Membuka kesempatan lowongan pekerjaan.
1.4 Luaran
yang diharapkan
1.
Memberikan suatu inovasi produk yang
bermanfaat dan memiliki nilai ekomi yang tinggi.
2.
Meningkatkan usaha ekonomi kreatif dikalangan
mahasiswa, sehingga terciptanya peluang usaha yang bermanfaat dan tepat guna
bagi masyarakat.
1.5 Kegunaan
Program
1.
Sebagai referensi dalam memotivasi semangat
berwirausaha dikalangan mahasiswa.
2.
Menumbuhkan semangat kreativitas
mahasiswa dalam memanfaatkan peluang pasar.
3. Menambah
peluang pendapatan dan membantu memenuhi kebutuhan hidup mahasiswa
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
3.1 Prospek
pengembangan usaha KL-Vegas
Pada saat ini masyarakat provinsi Riau sudah mulai sadar
akan manfaat dari berwirausaha, sehingga tidak heran lagi jika saat ini jumlah
pengusaha yang menggeluti berbagai jenis bidang usaha semakin bertambah,
termasuk para pengusaha yang menggeluti di bidang budidaya ikan lele. Dengan
banyaknya jumlah produksi ikan lele di provinsi Riau, maka kami memanfaatkan
peluang tersebut untuk meningkatkan nilai jual dengan membuat produk olahan
yang berbahan dasar ikan lele.
Seperti hal nya makanan ringan lainnya, kerupuk merupakan
salah satu jenis makanan ringan favorit di berbagai kalangan. Mulai dari
anak-anak hingga dewasa menyukai makanan berjenis satu ini. Karena rasanya yang
gurih, kerupuk seringkali dijadikan cemilan saat santai dan bersama keluarga.
Oleh karena itu kami
memilih membuat olahan kerupuk ikan lele karena :
1.
Kandungan ikan lele yang memiliki banyak
manfaat, sehingga aman di konsumsi oleh masyarakat.
2.
Harga nya yang terjangkau.
3.
Merupakan makanan ringan favorit yang
disukai berbagai kalangan.
4.
Dapat di jadikan sebagai oleh oleh untuk
kerabat.
5. Dengan
beberapa varian tingkat kepedasannya, membuat kesan berbeda dan bermanfaat bagi
konsumen.
Selain daripada memanfaatkan potensi sumber
daya alam yang melimpah, kami memilih produk olahan yang berbahan dasar ikan
lele karena berdasarkan pada pengamatan yang menunjukkan semakin banyak nya
masyarakat Indonesia yang saat ini mengidap penyakit, baik itu dikarenakan pola
makan yang tidak sehat, konsumsi minuman alkohol, maupun karena penyakit turunan,
dengan alasan tersebut kami mencoba menghadirkan sebuah produk yang memiliki
manfaat bagi tubuh. Ditambah lagi dengan ada nya konsumen yang tidak menyukai
ikan lele jika disajikan dalam bentuk aslinya, tetapi harus mengkonsumsi karena
kebutuhan tubuh akan gizi yang terkandung dalam ikan lele, maka produk olahan
inilah yang menjadi solusinya.
Mengingat
kebutuhan pasar yang semakin meningkat itulah, kami berinisiatif untuk ikut
bersaing dengan produk olahan lainnya. Oleh karena itu, agar produk yang kami
tawarkan tetap memiliki ciri khas tersendiri dan mampu memberikan kepuasan
kepada konsumen, kami memberikan beberapa inovasi yang nantinya akan membuat
produk olahan yang kami hasilkan dapat diterima dan semakin digemari oleh
berbagai kalangan masyarakat.
3.2 Analisis
Peluang Pasar
Melihat budaya masyarakat yang
konsumtif, maka peluang untuk memasarkan produk yang berbahan dasar ikan lele
ini sangat lah besar dan menjanjikan. Selain itu dikarenakan harga produk yang
terjangkau membuat seluruh lapisan masyarakat dapat mengkonsumsi produk
tersebut.
Pemilihan target pasar didasarkan
pada ketertarikan dan selera pasar terhadap produk. Untuk pemasaran produk ini
yang menjadi target pemasarannya adalah para wisatawan, anak anak, mahasiswa
dan masyarakat luas. Selain itu tempat yang digunakan untuk menjual produk
ialah toko makanan, kedai harian, tempat penjualan oleh oleh, mini market
terdekat, kampus dan juga dipasarkan melalui media sosial internet seperti facebook,
twitter, blog maupun situs belanja online.
Guna menunjang pemasaran produk
secara optimal, maka diperlukan pula strategi pemasaran yang akan mampu
bersaing dengan produk lainnya. Sehingga menganalisa pasar baik secara iternal
maupun eksternal akan sangat membantu dalam menunjang keberhasilan pemasaran
produk yang lebih efisien.
3.3
Tingkat Persaingan Produk
Untuk wilayah ibukota provinsi
Riau yaitu kota Pekanbaru, produk sejenis ini belum lah banyak di pasaran,
bahkan dapat dikatakan masih sangat minim produsen yang memproduksinya.
Sehingga pasar yang akan ditembus masih terbuka lebar, mengingat persaingan
dengan produk lain masih tidak terlalu
ketat.
Melihat situasi tersebut kami yakin
bahwa produk yang kami tawarkan akan mendapat banyak minat dari masyarakat dan
laku dipasaran. Hal ini karena harga nya yang terjangkau, dan dapat dinikmati
oleh semua kalangan baik dari kelas atas hingga kelas menengah kebawah. Selain
itu produk yang kami hasilkan juga merupakan salah satu makanan yang telah
popular di tengah masyarakat, sehingga apabila kami menawarkan produk kami,
maka masyarakat akan dapat dengan mudah menerimanya.
Selain itu kami akan melakukan
penjualan secara pesanan dengan jumlah banyak, yakni dengan menggunakan media
sosial internet seperti facebook, twitter, blog dan situs online lainnya.
Sehingga penjualan produk kami tidak akan vakum dan akan terus berkembang,
sehingga mampu bersaing dengan produk lain baik secara domestik maupun global.
Guna menunjang dan menaikkan pamor
serta kualitas produk yang kami hasilkan, maka perbaikan produk akan terus kami
lakukan untuk memenuhi permintaan pasar, misalnya menambah rasa dan
mempercantik bentuk dan ukuran. Hal ini sangat penting dalam kemajuan produk yang
kami hasilkan. Mengingat kedepannya persaingan pasar akan semakin ketat.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Rencana
pelaksanaan produk
Produk olahan yang akan dipasarkan adalah
kerupuk lele variasi pedas (KL-Vegas) dengan berbagai varian tingkat
kepedasannya, sehingga memudahkan konsumen untuk memilih level pedas sesuai
dengan seleranya. Kerupuk yang telah selesai diproduksi kemudian dipasarkan.
Dengan mengusung label produk yang unik
yaitu “KL-Vegas” dan juga tampilan yang akan dikemas dengan baik dan eye catching, diharapkan akan menarik
minat para konsumen untuk mencoba produk yang kami hasilkan.
3.2 Strategi
pemasaran
Dengan semangat menjadikan KL-Vegas sebagi
oleh oleh ciri khas provinsi Riau, maka target utama kami adalah masyarakat
Indonesia pada umumnya dan masyarakat Riau khususnya. Adapun strategi yang kami
tempuh untuk memasarkan produk ialah :
Ø
Menggunakan media publikasi
Cara ini dilakukan guna
mempromosikan produk yang menjadi andalan kelompok kami. Dengan memanfaatkan
berbagai media baik cetak maupun elektronik akan memudahkan penyebaran
informasi kepada khalayak luas.
Ø
Mulut ke mulut
Kebiasaan masyarakat
Indonesia yang sering menyebarkan berita secara personal akan sangat membantu
dalam memasarkan produk. Terlebih lagi jika tingkat kepuasan konsumen akan
produk semakin tinggi, maka informasi tentang produk pun akan cepat menyebar
secara luas. Selain itu mayoritas masyarakat Indonesia lebih suka membeli
produk dengan rekomendasi dari kerabat akan sangat membantu dalam hal pemasaran
produk.
Ø
Bekerjasama dengan event
Memafaatkan event
sebagai ajang promosi merupakan suatu langkah yang bagus, dikarenakan event
merupakan ajang berkumpulnya masyarakat sehingga kita tidak perlu lagi susah
mencari konsumen. Selain itu dengan semakin seringnya mempromosikan melalui
event maka produk yang dipasarkan akan
semakin dikenal oleh masyarakat.
Ø
Bekerja sama dengan dinas Industri dan Pariwisata
Dengan tekad menjadikan
produk KL-Vegas sebagi oleh oleh khas Riau maka bekerja sama dengan dinas
industri dan dinas pariwisata merupakan suatu hal yang harus dilakukan. Karena
dinas pariwisata juga dapat membantu dalam memasarkan produk, terlebih lagi
kepada wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing.
3.3 Lokasi
Pemasaran Produk
Untuk memasarkan produk olahan yang kami
hasilkan yaitu bertempat di jalan Binakrida Panam Pekanbaru sebagai rumah
produksinya, yang kemudian akan dipasarkan secara bertahap melalui berbagai
strategi yang telah kami sebutkan diatas. Alasan kami memilih lokasi ini
dikarenakan tempatnya yang strategis, dekat dengan kampus dan pusat keramaian
lainnya.
Mengingat alur perputaran ekonomi di
provinsi Riau sangat laju terutama di Ibukota provinsi yaitu kota Pekanbaru,
maka peluang yang besar itu tidak akan kami sia-siakan. Selain itu, mayoritas
masayarakat Pekanbaru menyukai produk produk baru dengan berbagai inovasi
bentuk dan rasa tentulah memberikan keuntungan tersendiri bagi kami untuk
memasarkan produk yang diharapkan nantinya akan menjadi makanan khas provinsi
Riau.
3.4 Harga
Produk
Dengan mengusung term makanan bergizi namun tetap terjangkau, maka kami tidak
terlalu membebankan konsumen dalam hal harga untuk dapat membeli produk olahan
yang kami hasilkan. Terlebih lagi karena target pemasaran nya adalah seluruh
kalangan masyarakat mulai dari kalangan elite hingga menengah kebawah maka
harga yang kami bandrol untuk produk olahan kami adalah :
|
NO
|
UKURAN
PRODUK
|
HARGA
|
|
1
|
68 Gram
|
Rp.
5.000,-
|
|
2
|
100 Gram
|
Rp. 8.000,-
|
|
3
|
150 Gram
|
Rp. 13.000,-
|
3.5 Proses
Produksi
Bahan
Pembuatan Kerupuk Lele
Ø
Daging fillet ikan lele : 500 g
Ø
Tepug Tapioka : 1000 g
Ø Bubuk
cabe : 250
g
Bahan Bumbu
Ø
Bawang putih : 100 g
Ø
Garam :
40 g
Ø
Gula :
30 g
Ø
Penyedap rasa : 15 g
Ø
Soda Kue :
1 g
Ø Air :
500 ml
Cara
pembuatan :
1.
Siapkan daging fillet ikan lele yang
masih segar.
2.
Haluskan semua bumbu-bumbu.
3.
Giling daging fillet ikan lele bersama
bumbu-bumbu, kemudian tambahkan sedikit air.
4.
Masukkan adonan ke dalam baskom.
5.
Masukkan tepung ke dalam adonan sedikit
demi sedikit.
6.
Aduk adonan hingga rata dan tambahkan
sedikit air.
7.
Cetak adonan berbentuk bulatan silinder
dengan diameter 3-3 cm alasi dengan daun pisang yang sudah diolesi dengan
minyak goreng.
8.
Kukus adonan selama kurang lebih 30-45
menit.
9.
Angkat dan dinginkan adonan kerupuk
selama kurang lebih 10-12 jam.
10. Potonglah
kerupuk ikan lele dengan ketebalan 0.2-0.3 cm.
11. Kemudian
kerupuk dijemur dibawah terik sinar matahari selama 1-2 hari. Dan jika akan
dikonsumsi oleh pembeli sebaiknya kerupuk dijemur kembali selama 2 jam lalu
digoreng dengan minyak panas.
12. Seteleh
warna kerupuk sudah kelihatan matang, angkat dan tiriskan.
13. Tunggu
kerupuk agak dingin, kemudian campurkan dengan bubuk cabe sesuaidengan level
kepedasannya.
Proses
Finishing :
Ø Biarkan
kerupuk hingga mengering.
Ø
Kemas kerupuk dalam kemasan yang sudah
diberi label.
Ø
Kemas plastik dengan mesin hand scaler.
Ø
Kemudian disusun dalam kemasan yang
lebih besar.
Ø
Kerupuk ikan lele siap dipasarkan.
3.6 Pemasaran
Setelah proses produksi selesai,
maka tahap selanjtnya ialah pemasaran. Target konsumen dari produk yang kami
hasilkan ialah masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan elite
hingga menengah kebawah karena harganya yang relatif terjangkau.
3.7 Evaluasi
Apabila program ini telah mencapai satu bulan, maka akan
dihitung laba dan ruginya dibulan pertama produksi. Guna mengetahui apakah
produk yang kami hasilkan dapat diterima di masyarakat, dan dapat menganalisa
apakah produk ini banyak peminatnya atau sedikit peminatnya.
BAB
IV
BIAYA
DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran
Biaya
Adapun rincian anggaran yang diperlukan
untuk menunjang kegaiatan ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Format Ringkasan Anggaran
Biaya PKM-K
|
Peralatan
Penunjang
|
||||
|
No
|
Uraian
|
Jumlah
|
Satuan
|
Harga
|
|
1
|
Mesin
Hand Scaler
|
1
|
Unit
|
Rp.
500.000
|
|
2
|
Kuali
|
1
|
Unit
|
Rp.
200.000
|
|
3
|
Kompor
|
1
|
Unit
|
Rp.
350.000
|
|
4
|
Tabung Gas
|
1
|
Unit
|
Rp.
120.000
|
|
5
|
Blender
|
1
|
Unit
|
Rp.300.000
|
|
Bahan Baku
Habis Pakai
|
||||
|
1
|
Ikan
Lele
|
20
|
Kg
|
Rp. 280.000
|
|
2
|
Tepung
Tapioka
|
40
|
Kg
|
Rp. 320.000
|
|
3
|
Bawang
Putih
|
10
|
Kg
|
Rp. 160.000
|
|
4
|
Garam
|
5
|
Pacs
|
Rp. 70.000
|
|
5
|
Gula
|
4
|
Kg
|
Rp.40.000
|
|
6
|
Penyedap
Rasa
|
1
|
Dus
|
Rp. 300.000
|
|
7
|
Soda
Kue
|
3
|
Kg
|
Rp. 24.000
|
|
8
|
Bubuk
Cabe
|
20
|
Kg
|
Rp. 320.000
|
|
9
|
Desain
plastik kemasan
|
1500
|
Pacs
|
Rp. 1.500.000
|
|
10
|
Plastik
kemasan
|
20
|
Pacs
|
Rp. 900.000
|
|
Perjalanan
|
||||
|
1
|
Uang
bensin untuk membeli ikan lele langsung pada peternak lele di Bangkinang
|
10@9000*4xdalam
sebulan
|
Liter
|
Rp.
360.000
|
|
2
|
Uang
bensin untuk belanja keperluan baranghabis pakai ke pasar Panam Pekanbaru
|
2@9000*4xdalam
sebulan
|
Liter
|
Rp.
72.000
|
|
3
|
Uang
bensin untuk menyebarkan brosur,pamphlet dan spanduk ke daerah strategis di
Pekanbaru
|
5@9000*2xdalam
sebulan
|
Liter
|
Rp.
90.000
|
|
Lain- Lain
|
||||
|
1
|
Keperluan
Administrasi
|
|
|
Rp.
500.000
|
|
2
|
Publikasi
untuk promo produk
|
|
|
Rp.300.000
|
|
3
|
Keperluan
P3K
|
|
|
Rp.
200.000
|
|
4
|
Laporan
|
|
|
Rp.250.000
|
|
TOTAL
|
Rp. 7.156.000
|
|||
a. Analisis
Pendapatan dan Keuntungan
Rincian analisis penjualan
KL-Vegas yaitu sebagai berikut :
Produksi 1 Minggu
Ø
Ukuran 68 Gram : 80 Bungkus @5000 = Rp. 400.000
Ø
Ukuran 100 Gram : 60 Bungkus @8000
= Rp.480.000
Ø Ukuran
150 Gram : 40
Bungkus @13000 = Rp. 520.000
Produksi 1 Bulan
Ø
Ukuran 68 Gram : 320 bungkus @5000 = Rp. 1.600.000
Ø
Ukuran 100 Gram : 240 bungkus @8000 = Rp. 1.920.000
Ø Ukuran
150 Gram : 160
bungkus @13000 = Rp. 2.080.000
Total keuntungan tiap bulan
adalah = Rp. 5.600.000
Penghasilan perbulan : Rp. 5.600.000
Fix Aset : Rp.
3.914.000 –
Laba : Rp. 1.686.000
Dengan hasil yang cukup, maka sangat
mudah untuk mengembalikan modal awal dalam rentang waktu antara 5-6 bulan
produksi. Oleh karena itu, usaha produk olahan ini layak untuk dikembangkan.
4.2 Jadwal
Kegiatan
Adapun rincian kegiatan
yang akan kami lakukan selama rentang waktu yang telah ditentukan adalah
sebagaimana berikut :
|
No
|
Jenis
Kegiatan
|
Periode
waktu
|
||||
|
Bulan ke-1
|
Bulan ke-2
|
Bulan ke-3
|
Bulan ke-4
|
Bulan
ke-5
|
||
|
1
|
Perencanaan
Produksi
|
VVVV
|
|
|
|
|
|
2
|
Perancangan
Alat-alat
|
V
|
VV
|
|
|
|
|
3
|
Proses
Produksi
|
|
VVV
|
VVVV
|
VVVV
|
VV
|
|
4
|
Promosi
|
VVVV
|
VVV
|
VVV
|
VVV
|
VV
|
|
5
|
Pemasaran
|
|
VVV
|
VVVV
|
VVVV
|
VV
|
|
6
|
Penyusuna
Laporan
|
|
|
V
|
VVVV
|
VVV
|
|
7
|
Penyerahan
laporan akhir
|
|
|
|
|
VV
|